Hiu Paus Mati Terdampar, Penguburan Pakai Upacara Adat

Hiu Paus Mati Terdampar, Penguburan Pakai Upacara Adat
Warga Sumberkima, Gerokgak, Buleleng mengangkat hiu paus yang dalam keadaan sudah tak bernyawa dan akhirnya dikubur melalui upacara adat. Foto: Radar Bali

“Kami lakukan upacara ini karena hiu ini ciptaan Tuhan, dan kami doakan supaya mendapat tempat yang layak. Lagi pula kalau ditenggelamkan, tidak ada jaminan hewan ini tidak akan menimbulkan pencemaran,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Buleleng Ni Made Arnika mengatakan, terdamparnya hiu paus di Buleleng merupakan fenomena langka. Sebelumnya memang ada beberapa hiu yang terdampar di Buleleng.

Namun, baru kali ini ada hiu paus terdampar. Menurut Arnika, wilayah Laut Bali memang kerap jadi jalur migrasi hewan-hewan yang dilindungi seperti penyu dan hiu.

Hiu itu diduga terdampar saat proses migrasi menuju Samudera Hindia atau ke Samudera Pasifik. “Laut Bali ini kan memang jalur migrasi. Kemungkinan mereka sedang menuju ke arah timur, sekitar Australia,” katanya.

Sedangkan dari bekas luka yang ada, kemungkinan hiu paus itu terlibat perkelahian di tengah laut. “Kalau dilihat dari luka-lukanya, kemungkinan ini karena berkelahi di tengah laut. Apalagi ada banyak luka-luka di tubuhnya, sehingga terdampar dan mati di sini,” ujar Arnika.(eps/pit/jpg) 


Seekor hiu paus ditemukan terdampar dalam kondisi mati di Pelabuhan Bangsal, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Jumat (13/1). Satwa dengan nama


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News