Hizbullah Hengkang dari Pemerintahan Lebanon

Hizbullah Hengkang dari Pemerintahan Lebanon
Hizbullah Hengkang dari Pemerintahan Lebanon

Apalagi, berdasar penyelidikan, Hizbullah disebut-sebut bertanggung-jawab atas bom Hari Valentine (14 Februari) 2005 yang merenggut nyawa ayah Hariri itu. Saat itu, Rafik menjabat sebagai PM. Hizbullah menganggap temuan tim investigasi PBB itu merupakan rekayasa bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel. Tujuannya, tentu mengenyahkan Hizbullah dari pemerintahan.

Gonjang-ganjing pemerintahan Hariri itu membuat cemas Liga Arab. Kemarin, Ketua Liga Arab Amr Moussa menyampaikan keprihatinannya. "Ini buruk. Menegangkan. Sangat mengkhawatirkan," ungkapnya. Dia khawatir, Lebanon akan kembali jatuh dalam perang sipil yang kembali menumpahkan darah warga sipil. Karena itu, dia mengimbau seluruh anggota Liga Arab untuk membantu Lebanon berkompromi. (hep/dos)

Berita Selanjutnya:
Referendum Sudan Bakal Sah

BEIRUT - Hizbullah membuktikan ancamannya untuk menarik diri dari koalisi pemerintahan. Akibatnya, politik dalam negeri Lebanon jatuh dalam krisis.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News