JPNN.com

HNW Minta Jokowi Batalkan Pengaktifan Calling Visa untuk Israel

Kamis, 26 November 2020 – 17:50 WIB
HNW Minta Jokowi Batalkan Pengaktifan Calling Visa untuk Israel - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel.

HNW menengarai pengaktifan calling visa itu ditengarai sebagai bagian dari soft diplomasi untuk normalisasi hubungan politik kedua negara, padahal selama ini Indonesia dan Israel tidak tidak ada hubungan diplomatik. 

Apalagi, lanjut Hidayat, selama ini Presiden Jokowi telah menyatakan secara terbuka seruan boikot terhadap Israel, sebagai bentuk dukungan atas perjuangan Palestina. 

“Pada 2016, Presiden Jokowi secara heroik menyerukan dan mengajak negara-negara muslim di KTT Organisasi Kerja Sama Islam untuk memboikot Israel. Seharusnya seruan ini sungguh-sungguh diperjuangkan  oleh Pemerintah RI, bukan malah mengaktifkan calling visa untuk Israel,” ujar Hidayat  melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (26/11). 

Sosok yang karib disapa HNW itu khawatir  pengaktifan kembali calling visa untuk Israel ini bisa berlanjut kepada normaliasi hubungan dan pembukaan hubungan diplomatik kedua negara. Padahal, tegas dia, Indonesia sudaj menolak normalisasi itu sejak era Presiden Soekarno

“Bung Karno pernah menegaskan bahwa selama Israel masih menjajah Palestina, maka selama itu juga Indonesia tidak membuka hubungan dengan Israel,” ujarnya. 

Menurut HNW, pernyataan Presiden Soekarno itu bisa dipahami karena sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. "Faktanya, Israel masih menjajah Palestina," tegas HNW.

Sementara, lanjut dia, Presiden Jokowi juga pernah menyatakan bahwa Indonesia masih punya utang, yaitu kemerdekaan Palestina.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
boy