HNW Minta Peran Ponpes sebagai Sokoguru Pendidikan Agama di Indonesia Dikokohkan

HNW Minta Peran Ponpes sebagai Sokoguru Pendidikan Agama di Indonesia Dikokohkan
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) saat menerima kunjungan pengurus Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) Wilayah Riau, Rabu (5/7).Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

"Mereka bersama para pejuang lainnya, berjuang mempersiapkan, merebut dan menyelamatkan Indonesia, bahkan KH Hasyim Asy’ari (NU) mengeluarkan resolusi jihad, dan Ki Bagus Hadikusumo (Muhammadiyah) mengobarkan Amanat Jihad," kata HNW lagi.

Melalui resolusi dan amanat tersebut, dibentuklah Laskar Santri, Laskar Kiai, Laskar HizbuLlah, Laskar SabiliLlag, dan seluruh santri dan para ulama bersemangat melawan penjajah dan menyelamatkan kemerdekaan Indonesia.

“Melihat fakta itulah, saya rasa menjadi sangat penting dunia pesantren Indonesia untuk berada di garda terdepan, tampil menjernihkan serta memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat luas seputar pondok pesantren," ujarnya.

HNW juga mengajak pesantren dan organisasi yang menghimpun ponpes, para kiai dan santri untuk makin aktif dan tidak ragu memainkan perannya.

"Pesantren sekarang posisinya legal formal, setara dengan sekolah umum yang lain,” tegas HNW.

Satu hal lagi yang ditekankan HNW terkait implementasi peran dan kiprah pesantren adalah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan, tantangan globalisasi dan bonus demografi, apalagi sekarang akan masuk dalam tahun politik 2024.

“Dengan memiliki basis hingga ke pelosok kampung dan desa, pesantren harus berani tampil mencerahkan dan menyemangati umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya agar di tahun politik serta saat Pemilu nanti tetap mementingkan etika dan akhlak yang mulia," harapnya.

Sebagai informasi, hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta itu, yakni para ulama dan tokoh agama Riau.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW meminta peran ponpes sebagai sokoguru pendidikan agama di Indonesia dikokohkan, nih alasannya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News