Hujan Lebat di Pakistan, 313 Tewas

Banjir Terparah dalam Seabad Terakhir

Hujan Lebat di Pakistan, 313 Tewas
BANJIR - Salah satu gambaran suasana banjir parah di Pakistan, dengan warga yang berupaya menyelamatkan diri, di Risalpur, sebelah utara negeri itu, Jumat (30/7). Foto: Adrees Latif/Reuters.
Media nasional Pakistan menyatakan bahwa Karakoram Highway, jalan raya utama yang menghubungan Pakistan dengan Tiongkok, juga putus. Jembatan yang menghubungkan Peshawar dengan Distrik Shangla hanyut terbawa air bah. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Gilgit-Baltistan. Akibatnya, kawasan tersebut terisolasi dari wilayah di sekitarnya.

Hussain menyatakan bahwa jumlah korban tewas masih akan terus bertambah. Sebab, sampai kemarin, sejumlah besar warga masih dilaporkan hilang. Di Swat Valley, warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari genangan banjir setinggi lutut orang dewasa. Sedangkan, di Distrik Charsadda, sekitar 5.000 rumah terendam banjir karena dadalnya sebuah bendungan yang baru selesai dibangun.

"Di wilayah sebelah barat laut provinsi, tidak kurang dari 400.000 warga telantar. Mereka sudah bertahan di sana tanpa makanan dan bantuan selama dua hari. Sayangnya, helikopter masih belum bisa menjangkau wilayah tersebut karena buruknya cuaca. Sejauh ini, kami hanya mengandalkan 48 perahu penyelamat untuk mengevakuasi mereka," lapor Hussain.

Selain menewaskan sekitar 313 warga, banjir yang diikuti tanah longsor itu juga membuat sekitar 30.000 penduduk telantar. Ribuan hektare area persawahan juga rusak terendam air. Area pertanian yang menderita kerusakan paling parah adalah yang berada di wilayah barat laut KP yang dulu dikenal sebagai Provinsi North West Frontier dan Kashmir.

PESHAWAR - Musim hujan kali ini juga berdampak fatal bagi warga Pakistan. Air bah yang sudah tiga hari terakhir merendam sebagian besar desa dan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News