Ibu Pengidap HIV Boleh Menyusui

Ibu Pengidap HIV Boleh Menyusui
Ibu Pengidap HIV Boleh Menyusui
JAKARTA - Pentingnya memberikan air susu ibu (ASI) pada bayi berlaku bagi siapapun. Termasuk ibu yang pengidap HIV/Aids. Sentra Laktasi Indonesia (SLI) menganggap HIV/Aids bukan halangan seorang ibu memberikan ASI pada anaknya. Bahkan menyarankan mereka tetap menyusui anaknya.

 

Ketua Umum SLI Utami Roesli mengatakan, ASI merupakan hak yang harus diperoleh setiap bayi. "Terlepas apakah itu akan menularkan penyakit atau tidak, si anak tetap harus mendapatkan ASI," tuturnya saat dihubungi Jawa Pos, kemarin (8/8).

 

Utami menjelaskan, ibu yang mengidap HIV tetap bisa memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Bisa juga diteruskan hingga anak berusia satu tahun. ASI itu, lanjut dia, akan memberikan kekebalan tubuh secara alami pada anak. "Dalam kandungan ASI memiliki enzim kekebalan yang lengkap, meski pada akhirnya anak itu akan tertular HIV melalui ASI," terang pakar ASI itu.

 

Adanya kebijakan pemberian ASI eksklusif tersebut, Utami berharap pemerintah mendukung para ibu yang pengidap HIV untuk mendapatkan obat antiretroviral (ARV). Obat itu akan banyak dibutuhkan oleh ibu sekaligus bayi pengidap HIV/Aids. "Obat ini harus diberikan secara rutin, tidak boleh terlambat mengkonsumsi," paparnya.

 

JAKARTA - Pentingnya memberikan air susu ibu (ASI) pada bayi berlaku bagi siapapun. Termasuk ibu yang pengidap HIV/Aids. Sentra Laktasi Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News