IDC: Belanja Teknologi pada Kuartal II 2021 Melesat, Terbesar untuk Cloud

IDC: Belanja Teknologi pada Kuartal II 2021 Melesat, Terbesar untuk Cloud
Ilustrasi teknologi informasi. Foto: NTT Ltd.,

jpnn.com, JAKARTA - Pelemahan ekonomi yang terjadi karena pandemi Covid-19 membuat sebagian besar perusahaan di Asia Tenggara melakukan transformasi.

"Pada kuartal II 2020, 60 persen perusahaan di Asia-Pasifik mulai mengubah mindset mereka untuk menjadi perusahaan yang tangguh dalam menghadapi krisis," ujar Managing Director IDC ASEAN Sudev Bangah dalam Lintasarta Cloudeka Conference : ICT & Business Outlook 2022, Senin (20/9).

Sudev memaparkan International Data Corporation (IDC) mencatat pada kuartal IV 2020, 31 persen perusahaan di Asia Tenggara mengalihkan fokus investasi pada model bisnis baru, melakukan ekspansi pasar dan mengubah strategi pendekatan terhadap konsumen.

Perubahan-perubahan tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan tetap dapat beroperasi dan menjalankan bisnisnya.

Menjelang akhir 2020 tingkat optimisme pelaku bisnis terlihat lebih tinggi, dipicu oleh peluncuran vaksin dengan harapan ekonomi akan berangsur membaik, kasus positif Covid-19 melandai dan lebih stabil di pasar.

Di sisi lain, belanja teknologi informasi (TI) secara keseluruhan terkontraksi 1,1 persen. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan sebelumnya yaitu kontraksi dua sampai tiga persen.

Sebagian besar pengeluaran teknologi tersebut difokuskan untuk penggunaan cloud, analytics, automasi, aplikasi keamanan, produktivitas, dan komunikasi.

Pada kuartal I 2021, sejumlah perusahaan mengatur ulang strategi mereka agar menjadi perusahaan yang berorientasi di masa depan. 

International Data Corporation (IDC) mencatat pada kuartal II 2021 anggaran belanja TI makin meningkat dan terbesar untuk cloud