Rabu, 23 Mei 2018 – 14:09 WIB

Idrus Kunjungi Asmat untuk Pastikan Penderita Campak Terurus

Minggu, 21 Januari 2018 – 06:16 WIB
Idrus Kunjungi Asmat untuk Pastikan Penderita Campak Terurus - JPNN.COM

jpnn.com, ASMAT - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham langsung bergerak untuk mengatasi masalah gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. Idrus yang baru Rabu lalu (17/1) dilantik menjadi menteri sosial, mengunjungi Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, Sabtu (20/1) guna memastikan para warga setempat yang mengalami gizi buruk dan campak tertangani secara baik.

Sebagaimana siaran pers Kementerian Sosial (Kemensos), politikus Golkar itu mengatakan, saat ini sudah ada tim terpadu untuk menangani gizi buruk dan campak di Asmat. Menurutnya, penanganan terhadap warga Asmat penderita campak harus benar-benar tuntas.

"Yang perlu diperhatikan satu bulan sejak pertama ditangani, perawatan anak-anak ini harus tuntas. Sebab kalau tidak dikawatirkan akan kembali terulang," kata Idrus usai mengunjungi lokasi, Sabtu (20/01/2018).

Menurut Idrus, tim terpadu dari pemerintah berupaya maksimal menangani masalah kesehatan di Asmat. Namun, lanjutnya, kondisi geografis di Asmat yang sulit membuat belum semua warganya tersentuh layanan kesehatan.

Namun, Idrus menegaskan untuk penyaluran bantuan pangan berjalan cukup baik. Kemensos menyediakan tiga ton beras untuk warga Asmat. “Bantuan ini sudah terdistribusi dengan baik," katanya.

Lebih lanjut Idrus mengatakan, Kemensos memiliki progam Komunitas Adat Terpencil (KAT). Program itu pula yang dioptimalkan di empat desa di Kabupaten Asmat. "Ke depan ini bisa ditingkatkan," kata Idrus.

Seperti sudah ramai di pemberitaan, belasan warga Asmat dievakuasi ke RSUD Agats karena gizi buruk dan campak. Proses evakuasi dilakukan oleh satuan tugas (satgas) terpadu pada Jumat lalu (19/1).

Sedangkan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, pihaknya akan menggenjot kepersertaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Asmat. Targetnya dari 391 menjadi 13.000 keluarga.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar