Ikhtiar Petani Indramayu Dukung Upaya Pemerintah Stabilkan Pasokan & Harga Bawang Merah

Ikhtiar Petani Indramayu Dukung Upaya Pemerintah Stabilkan Pasokan & Harga Bawang Merah
Hamparan tanaman bawang merah di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Foto: Dokumentasi Kementan

Di tengah kondisi harga bawang merah yang melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 41.500/kg, Indramayu terus menggelontorkan bawang merah terutama ke Pasar Induk Kramatjati Jakarta (PIKJ).

Setiap hari sekitar 7-8 mobil atau setara 20 ton bawang merah masuk ke pasar induk barometer nasional tersebut.

Alhasil, pasokan bawang merah saat ini berangsur normal kembali.

Salah satu tokoh petani bawang merah Patrol, H. Nurul Anwar menyebut saat ini luas tanam bawang merah di Kabupaten Indramayu sekitar 200 hektare yang tersebar di 5 kecamatan.

Paling luas berada di Kecamatan Patrol yang mencapai sekitar 100 hektare dengan produktivitas rata-rata 9-12 ton/hektare.

Menurut Anwar yang juga didaulat menjadi petani champion bawang merah tersebut, para petani di wilayahnya masih konsisten menanam bawang merah dalam kondisi apapun.

"Bawang merah sudah mendarah daging di Patrol. Menyikapi situasi saat ini, kami para petani mendukung upaya pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga," ujar Anwar.

Adapun mata rantai tata niaga bawang merah Patrol dimulai dari petani ke pengepul, lalu ke pedagang besar di Pasar Induk Kramat Jati.

Indramayu terus menggeliat tumbuh menjadi sentra penghasil bawang merah andalan Jabar bahkan nasional

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News