Imbas Virus Corona, Pedagang Makanan Merugi Pendapatan Menurun 60 persen

Imbas Virus Corona, Pedagang Makanan Merugi Pendapatan Menurun 60 persen
Pedagang makanan (Ilustrasi) Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Para pedagang makanan seperti warteg, gorengan, martabak, sate, mie ayam, dan mie bakso mengalami kerugian akibat virus Corona. Penurunan tersebut bahkan hingga 60 persen.

Kondisi ini dirasakan saat pemerintah meminta warga untuk tidak keluar rumah dan menjaga kontak dengan orang lain.

"Aduh ini yang beli berkurang jauh. Bulan lalu sudah menurun 30 persen. Bulan ini sudah sampai 60 persen," kata Teh Erna, pedagang warteg di kawasan Pondok Cabe, Tangsel, Rabu (18/3).

Dia mengungkapkan biasanya, setiap hari bisa empat kali masak. Sekarang hanya dua kali masak, itupun masih ada sisa.

Sama halnya dirasakan Cak Ahmad, pedagang sate Madura. Setiap hari dia bisa menghabiskan tiga ekor kambing hanya dalam beberapa jam. Sekarang satu ekor saja sulit habis.

"Ini saya pakai layanan Gofood dan Grabfood juga tetapi berkurang juga yang beli. Ini terasa banget efek virus Corona. Pelanggan masih ada yang beli tetapi berkurang banyak," keluh Cak Ahmad.

Sedangkan pedagang martabak juga mengeluhkan hal serupa. Dia mengaku mencari pembeli sekarang sulit. Sebab, banyak yang takut keluar rumah.

"Ini sudah jualan sampai tengah malam juga pendapatan tetap kurang. Ya, mudah-mudahan musibah Corona ini segera berakhir. Kalau begini terus enggak bisa bertahan juga karena enggak balik modal," tandas Eling, pedagang martabak yang biasa mangkal depan Bandara Pondok Cabe. (esy/jpnn)

Ini sudah jualan sampai tengah malam juga pendapatan tetap kurang. Ya, mudah-mudahan musibah Corona ini segera berakhir. Kalau begini terus enggak bisa bertahan juga karena enggak balik modal.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News