Senin, 17 Juni 2019 – 07:30 WIB

Inalum Diperebutkan

Selasa, 13 Juli 2010 – 04:15 WIB
Inalum Diperebutkan - JPNN.COM

JAKARTA -- Tiga BUMN yang siap untuk memback up PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) masih harus menahan niatnya. Belum terjadi kesepakatan dengan Jepang atau dalam hal ini Nippon Asahan Alumunium Co. Ltd, sebagai pemilik mayoritas saham tentang kelanjutan kerjasama di perusahaan penghasil alumunium di Sumatera Utara itu.

Tiga badan usaha milik negara yang menyatakan bersedia mendanai Inalum adalah PT Danareksa, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan PT Bahana Securities. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pembicaraan tentang kelanjutan Inalum saat ini masih sebatas konsep sehingga bisa sewaktu waktu berubah.

Menurut Hidayat, langkah terdepan yang harus dilakukan saat ini adalah bersiap dalam negosiasi dengan pihak Jepang. Setelah hasil negosiasi dengan Jepang menghasilkan maka ditentukan manajemen kepemilikan saham dan setelah itu pemerintah berani menentukan langkah selanjutnya, menunjuk BUMN mana yang akan melanjutkan Inalum. "Jadi sekarang ini masih bicara konsep, bisa saja berubah," ujar Hidayat di kantornya, kemarin.

Dalam cetak biru yang digagas pemerintah, untuk 25 tahun ke depan, Inalum akan menjadi klaster industri alumunium terbesar di Indonesia. Maka, berbagai upaya untuk meningkatkan investasi di Inalum akan digenjot.

Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230 ribu - 240 ribu ton per tahun. Saat ini, Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13 persen saham sementara sisanya sebesar 58,87 persen dikuasai Jepang.

Inalum juga satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sebelumnya, Kementerian BUMN melibatkan empat perusahaan pelat merah untuk mengambil kepemilikan 100 saham di Inalum. Satu BUMN masuk sebagai pemegang saham, 3 sisanya akan membantu melalui pendanaan.

"PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset), Danareksa, dan Bahana akan ikut back up untuk pendanaan. Nanti teknisnya akan diambil oleh Antam (PT Aneka Tambang Tbk)," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar.

Kementerian BUMN sedang melakukan penyusunan proposal yang akan dilaporkan Oktober tahun ini agar dana yang dibutuhkan sebesar USD 800 juta bisa didapat untuk menebus saham mayoritas dari Jepang. Meski kontraknya baru habis di tahun 2013, namun proposal penawaran harus masuk paling lambat Oktober 2010.(gen)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar