Inflasi Mereda, Harga Emas Melonjak Tajam hingga USD 200 Per Ounce

Inflasi Mereda, Harga Emas Melonjak Tajam hingga USD 200 Per Ounce
Harga Emas Pegadaian 10 Desember 2022, Antam dan UBS Cerah. Foto Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - JAKARTA - Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), kembali bertengger di atas level psikologis USD 1.800 per ounce.

Emas menguat karena greenback merosot setelah data harga konsumen AS menunjukkan penurunan inflasi yang kuat dari level tertinggi 40 tahun.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Selasa (13/12) bahwa indeks harga konsumen AS naik 7,1 persen tahun ke tahun pada November, lebih rendah dari kenaikan 7,3 persen yang diperkirakan para ekonom dan tingkat inflasi paling lambat sejak Desember 2021.

Indeks USD dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tajam karena data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, malah mendorong emas.

Federasi Nasional Bisnis Independen melaporkan Selasa (13/12/2022) bahwa Indeks Optimisme Bisnis Kecil naik 0,6 poin menjadi 91,9 pada November. Namun, pembacaan November adalah bulan ke-11 berturut-turut di bawah rata-rata 49 tahun sebesar 98.

Emas telah naik sekitar USD 200 dari level rendah USD 1.600 yang dicapai pada awal Oktober. Selama tujuh minggu terakhir, emas hanya membukukan penurunan dalam satu minggu.

Rebound emas telah difasilitasi oleh jatuhnya indeks dolar, yang telah kehilangan hampir 8,0 persen nilainya sejak Oktober. Pada Selasa (13/12) saja, indeks, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 1,4 persen, terbesar dalam sehari sejak 11 November.

Investor sekarang sedang menunggu pengumuman pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu waktu setempat.

Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), kembali bertengger di atas level psikologis USD 1.800 per ounce.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News