JPNN.com

Ini Beda Film Tersanjung dengan Versi Sinetron

Sabtu, 07 Maret 2020 – 19:46 WIB Ini Beda Film Tersanjung dengan Versi Sinetron - JPNN.com
Nugie di UC News, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/3). Foto: Dedi Yondra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Film Tersanjung dipastikan punya cerita berbeda dari sinetron berjudul sama yang populer di akhir 90-an. Hal tersebut diungkapkan oleh Nugie, salah satu pemain yang terlibat dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu.

"Pure cerita baru, karena memang Mas Hanung pengin mengadaptasi bebas dari Tersanjung yang sinetron. Supaya bisa memperkenalkan ke generasi yang baru juga," kata Nugie saat berbincang dengan jpnn.com di UC News, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pemeran Gerry Hartono itu menyebut film Tersanjung tidak mungkin menghadirkan cerita yang sama dengan sinetron yang punya banyak season. Oleh sebab itu, menurut Nugie, film ini hanya mengambil esensi dan konflik dengan pendekatan seperti versi sinetron.

"Kalau terlalu relate, nanti mungkin jadi terlalu kepanjangan ceritanya, yang ini 120 menit, Mas Hanung membuat cerita dengan mengambil esensi Tersanjung yang di sinetron," ujar pelantun Bintang Kosong itu.

"Dalam sinetron Tersanjung kan juga (konflik) keluarga. Gimana Indah punya konflik dengan orang tuanya, begitu juga di Tersanjung movie, cuma konflik beda, bobotnya beda, setting-an, karakternya," sambung Nugie.

Para tokoh dalam film Tersanjung juga berbeda dengan versi sinetron. Dalam sinetron karakter utamanya yakni Indah, sementara di film ini adalah Yura yang diperankan oleh Clara Bernadeth. Dia mengatakan bahwa tokoh ini sangat berbeda dibanding Indah yang diperankan Lulu Tobing dalam sinetron Tersanjung.

"Sekarang jadi Yura dengan karakter yang berbeda. Masalah yang dibawa di Tersanjung film ini masih relate dengan masalah yang dihadapi masa sekarang," cerita Clara.

Film Tersanjung diproduksi MVP Pictures dengan sutradara Hanung Bramantyo. Film drama ini merupakan sebuah adaptasi bebas dari serial televisi legendaris yang berjudul sama. Tim produksi membuat cerita baru dengan latar dan pendekatan tahun 90-an.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...