Ini Kisah Dua Koruptor Sukses

Asif Ali Zardari dan Jacob Zuma Politisi yang Tak Lekang dari Korupsi

Ini Kisah Dua Koruptor Sukses
Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, ayah dari 18 anak ini pernah menghadapi 16 tuduhan korupsi, pencucian uang, dan pemerasan dengan total USD 5 miliar (Rp 47,25 triliun) terkait kesepakatan tentara pada 1999. Kasusnya mandeg setelah ia berhasil memenangkan pemilihan Presiden Afrika Selatan, Mei 2009 silam.
Kasus kedua yang tak kalah menghebohkan terkait dengan kasus penyogokan yang dilakukan perusahaan asal Swiss. Mereka membayar jutaan dolar antara 1994-1996 untuk perusahaan lepas pantai yang dijalankan Zardari dan ibu Bhutto, Nusrat. Aliran dana haram itu membuat Zardari bergelimang harta. Bahkan, politisi kelahiran 26 Juli 1955 itu pernah masuk dalam daftar lima pria terkaya Pakistan. Total asetnya diperkirakan senilai USD 1,8 miliar 9sekitar 17,01 triliun).

      

Dalam salah satu penyelidikan didapatkan bukti bahwa Zardari pernah melakukan pembelian barang-barang mewah pada pertengahan 1990 senilai USD 4 juta (Rp 37,8 miliar) dan membeli bangunan seluas 144 hektare di selatan London. Seluruh kegiatan transaksi pada 1994-1995 diperkirakan menggunakan rekening bank Swiss dan kartu American Express. Penyelidikan dilakukan di Swiss dan pemerintah Pakistan menyewa pengacara asing untuk menanganinya. Akan tetapi Swiss menutup kasus ini pada 2008 dan membebaskan aset Zardari yang dibekukan. Kepala penyelidik beralasan mereka tak memiliki bukti kuat untuk memenjarakan Zardari. Bahkan, dia berhasil memenangkan kursi kepresidenan. Pengambilan sumpah dilakukan oleh ketua hakim Abdul Hameed Dogar di istana kepresidenan pada 9 September 2008 dan mulai bekerja 20 September 2008.

    

Keberuntungan juga menimpa Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, 66. Bedanya ayah dari 18 anak ini selalu luput dari hukuman. BBC melaporkan Zuma pernah menghadapi 16 tuduhan korupsi, pencucian uang, dan pemerasan dengan total USD 5 miliar (Rp 47,25 triliun) terkait kesepakatan tentara pada 1999.

     

Pemilik nama lengkap Jacob Gedleyihlekisa Zuma itu bersama Schabir Shaik, pengusaha Durban sekaligus penasehat keuangannya dituduh menerima sogokan atas pembelian peralatan militer. Namun, Pengadilan Tinggi Pietermaritzburg membebaskannya dari segala tuntutan pada 12 September 2008. Sedangkan Shaik harus mendekam di penjara selama 15 tahun dan bebas pada Maret 2009- 28 bulan sebelum waktu pembebasannya.

     

AROMA korupsi yang melekat di sosok Asif Ali Zardari maupun Jacob Zuma tak mampu merintangi langkah mereka untuk mewujudkan ambisi menjadi pemimpin

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News