Internal PDI Perjuangan Sedang Panas, Banyak Kader Ancam Mundur

Internal PDI Perjuangan Sedang Panas, Banyak Kader Ancam Mundur
PERSIAPAN KONGRES: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam Rakerda DPD PDIP Jatim di Surabaya, Minggu (23/6). Foto: Humas DPP PDIP

Sebab, saat dibahas di forum DPC, tidak ada yang mengajukannya. Akhirnya diputuskan bahwa Whisnu calon wali kota yang diusulkan DPC.

"Meski semua sepakat mendukung Mas Whisnu, beliau masih menawarkan. Tapi, tak ada yang mau," katanya.

Masalahnya, ada tiga anggota PAC yang kini berbelok arah. Mereka berasal dari Gununganyar, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo.

Mereka mendukung hasil keputusan DPP PDIP. Sri menganggap mereka mengingkari keputusan mereka. Sebab, 31 PAC sudah sepakat mengusung Whisnu.

Ketua PAC PDIP Rungkut Andhy Puryanto mendukung keputusan DPP PDIP. Dia tak masalah jika usulannya saat itu tak sejalan dengan keputusan DPC.

"Karena teman-teman tidak membaca aturan partai. Jelas kok di SK DPP pasal 44," urainya.

Di pasal itu disebutkan bahwa DPP dapat menetapkan ketua, sekretaris, dan bendahara di luar nama-nama yang diusulkan DPC dan DPD atas dasar pertimbangan kepentingan strategis partai.

Puryanto mengatakan bahwa banyak yang tidak mengerti adanya ketentuan tersebut sehingga saat konfercab Minggu (7/9) banyak PAC yang emosi.

Dinamika politik terjadi di internal PDI Perjuangan karena keputusan yang dibuat DPP.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News