Sabtu, 20 Juli 2019 – 20:49 WIB

Istri Muda Dijadikan Sales Ganja

Senin, 11 Juli 2011 – 08:48 WIB
Istri Muda Dijadikan Sales Ganja - JPNN.COM

DEPOK – Bandar besar narkotika diringkus Polsek Beji. Margawahyu, 40 warga Jalan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok tak kerkutik ketika petugas menggerebek rumahnya. Dari tangan bandar itu ditemukan bukti 5 kilogram ganja dan 0,36 gram shabu.

Aksi penjualan barang haram pelaku itu terbilang lihai. Dengan bermodalkan banyak istri, penjualan barang itu pun mulus. Salah satu istrinya dijadikan sales ganja. Modus yang dilakukan cukup rapi. Dia menitipkan sebagian barang haram di rumah istri mudanya, Tika di Jalan Pramuka, Kecamatan Pancoran Mas tak jauh dari rumah kontrakan pelaku.

Dari rumah kontrakan Tika didapat ganja seberat lima kilogram, shabu seberat 0,36 gram dan satu linting ganja paket hemat. ”Uang tunai hasil penjualan sekitar Rp 5 juta. Dia adalah pemain lama dan termasuk dalam jaringan besar,” kata Wakil Kepala Polsek Beji, AKP Bambang Irianto, kemarin.

Pelaku mendapat pasokan ganja dari temannya di dekat Dipo Kereta Depok. Dari pengakuan tersangka baru tiap paket dijual seharga Rp 500 ribu. ”Total keseluruhan mencapai Rp 17 juta, namun sebagian sudah dijual tersangka,” ujar Waka Polsek Beji.

Pelaku biasa pula menjual ganja dan shabu di wilayah Depok dan Jakarta Selatan. Dari pengakuan pelaku penjualan ganja dan shabu mendapatkan keuntungan besar. Uang tersebut digunakan untuk membiayai empat orang istrinya.

”Untuk menutupi agar tidak diketahui sebagai bandar, dia menitipkan ganja dan shabu di rumah kontrakan. Istri muda itu bergabung dengan pelaku karena faktor ekonomi,” papar Bambang.

Dia mengatakan, penangkapan bandar ganja ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat sekitar. Pasalnya, warga sudah resah dengan aktivitas yang ada di rumah tersebut. Rumah kontrakan Wahyu kerap didatangi orang tak dikenal. Bahkan tamu-tamunya sering datang pada malam hari. Kini kedua tersangka diamankan di sel tahanan. Wahyu berrada di sel Polsek Beji, sedangkan Tika di ruang tahanan wanita Polres Depok.

Pihak kepolisian kini masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Karena diduga, ada jaringan besar dari Nangroe Aceh Darusalam (NAD) di balik penjualan ganja ini. Kedua tersangka, jelas Bambang, diancam UU Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

”Pasal yang kita kenakanan Pasal 111 Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal lima tahun hingga 20 tahun  penjara atau denda sebesar Rp 800 juta,” tutupnya. (rko)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar