Isu Trompet Penyebar HIV dan Kanker Bikin Resah

Isu Trompet Penyebar HIV dan Kanker Bikin Resah
Nampak tembakan kembang api berwarna-warni di sepanjang tepian sungai Mahakam menghiasi langit, Rabu (31/12) malam. Foto: Edi/Samarinda Pos/JPNN.com Ilustrasi : Edi/Samarinda Pos

Itu berarti HIV tersebut paling banyak di cairan darah, vagina, dan sperma. Penularan HIV juga melalui empat tahap.

Virus harus keluar, jumlah virus itu cukup, harus hidup, dan adanya pintu masuk.

''Untuk trompet sebenarnya tidak ada pintu masuk ke orang berikutnya sehingga tidak mungkin terjadi penularan,'' ujar pria yang juga menjadi dosen di FK Unair itu.

Hal yang sama berlaku pada informasi bahwa ludah di trompet bisa menularkan kanker.

''Kanker itu bukan infeksi sehingga tidak mungkin menularkan. Yang menularkan itu yang infeksi. Baik karena virus maupun bakteri,'' jelas Erwin.

Mungkin penyakit yang bisa menular lewat kontak air liur di trompet adalah herpes.

Sebab, herpes bisa menular lewat kontak langsung dengan penderita.

''Jadi untuk HIV dan kankernya aman. Tetapi, penularan lewat air liur juga tidak bisa serta merta seperti itu. Sebab, virus yang ada di air liur bisa saja mati seiring dengan mengeringnya air liur di udara terbuka.

Trompet ramai dijual jelang Natal dan tahun baru

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News