Jangan Anggap Remeh Nyeri Kepala, Ini Penjelasan dr Riezky

Jangan Anggap Remeh Nyeri Kepala, Ini Penjelasan dr Riezky
Ilustrasi sakit kepala. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Semua orang pasti pernah mengalami nyeri kepala. Entah itu nyeri di sebagian kepala atau sebelah, kepala bagian belakang atau nyeri di bagian kepala lainnya.

"Ada beberapa jenis nyeri di kepala dan beragam cara mengatasinya. Penting itu untuk dikenali," kata dr. Riezky Valentina Astari, Sp.S., dari Siloam Hospitals Jantung Diagram melalui edukasi online, Sabtu (18/7).

Berdasarkan klasifikasi, lanjutnya, nyeri kepala terbagi menjadi tiga yaitu nyeri kepala primer biasanya seperti migrain, kemudian nyeri kepala tipe tegang dan nyeri kepala tipe cluster. 

Untuk nyeri kepala sekunder biasanya disebabkan karena cedera, infeksi, stroke, gangguan mata, telinga, hidung atau sinus, gigi dan mulut, adanya konsumsi obat dan makanan. Kemudian substansi, gangguan psikiatri dan lainnya. 

"Lantas ada pula lainnya, yaitu yang tidak termasuk dari 2 kategori di atas," tuturnya.

Untuk sakit kepala migrain yaitu satu sisi kepala dengan perasaan nyeri sedang sampai dengan nyeri berat, terasa berdenyut dan semakin nyeri bila disertai aktivitas. Penyertanya seperti gejala mual, muntah, fotofobia, fonofobia, dan aura.

"Penderitanya cenderung ingin beristirahat atau menutup mata dengan durasi 4 jam hingga 72 jam," katanya.

Sementara untuk nyeri kepala tipe tegang yaitu merasakan nyeri pada kedua sisi kepala dengan perasaan seperti ditindih beban berat, tingkat nyeri sedang namun tidak mengganggu aktivitas dengan durasi yang bervariasi.

Nyeri kepala jangan dianggap enteng, kalau sakit kepala tanpa gejala khusus bisa diredam dengan Paracetamol.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News