Jangan Pakai Surjan, Kerisnya Gaya Solo

Jangan Pakai Surjan, Kerisnya Gaya Solo
Wakil Gubernur DIJ yang juga Raja Pura Paku Alaman, Sri Paduka Pakualam IX mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 15.10 WIB di RSUP Dr. Sarjito Jogjakarta. Foto: Setiaky A.Kusuma

jpnn.com - JOGJA - Keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat beberapa sudah datang bertakziah atas meninggalnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam IX. Di antaranya, GBPH Prabukusumo, KGPH Hadiwinoto dan GBPH Yudhaningrat.

Jenazah Paku Alam IX akan dimakamkan Minggu (22/11), diberangkatkan dari Pura Paku Alaman pada pukul 12.30 Wib.

"Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X) besok akan hadir. Juga Mendagri mewakili Presiden dan juga Menteri Agama," beber Kawedanan Ageng Budoyo Pariwisoto KPH Indro Kusumo.

Mengenai pemakaian pakaian adat dalam prosesi pemakaman, dijelaskan, kerabat diminta menggunakan pakaian Jawi Jangkep. Jawi Jangkep itu maksudnya harus mantap.

"Pakai gaya Jogja ya jangkep. Jangan pakai surjan, kerisnya gaya Solo. Itu sudah nak pener. Walaupun dalam layataan tidak seharusnya pakai keris. Tapi sebagai melengkapi pakaian Jawi Jangkep lengkap menggunakan keris hanya pelengkap. Bukan untuk sipat kandel," terangnya. (riz/sam/jpnn)


JOGJA - Keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat beberapa sudah datang bertakziah atas meninggalnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News