Jangan Pilih Jubir KPK Yang Mencari Penghasilan

Jangan Pilih Jubir KPK Yang Mencari Penghasilan
Wadah Pegawai KPK di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Ricardo/JPNN.com

Kedua, sosok yang diangkat sebagai jubir sebaiknya sudah berpengasilan. Artinya, ketika menjadi jubir bukan untuk meningkatan pengasilan yang lebih besar. Jadi, jangan dipilih mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap. Ini penting agar posisi jubir benar-benar sebagai panggilan jiwa.

Ketiga, memahami konsep, teori dan manajemen bidang-bidang keahlian profesional komunikasi secara akademis secara filosofis dan praksis. Misalnya, menguasai secara filosofis dan mampu menganalisis serta mengaplikasikan konsep dan teori framing serta agenda media di ruang publik.

Keempat, memiliki popularitas dan akseptabilitas dari publik. Bagian ini sangat perlu, sehingga Jubir KPK bukan orang asing dalam wacana publik. Dengan demikian, jubir bisa langsung running melaksanakan fungsi dan tugasnya di ruang publik.

Kelima, memiliki pengetahuan dasar tentang hukum. Untuk itu ia paham materi pengantar ilmu hukum, sistem hukum Indonesia, hirarki perundang-undangan yang berlaku di negeri ini dan menguasai azas praduga tak bersalah

"Untuk menemukan sosok di atas, pimpinan KPK bisa saja dengan cara jemput bola, tentu terlebih dahulu melakukan semacam focus group discussion (FGD) yang pesertanya hanya lima komisioner KPK itu sendiri untuk merumuskan kriteria yang tepat menjadi Jubir KPK," pungkas dosen di Universitas Pelita Harapan ini.(gir/jpnn)

Untuk menemukan jubir KPK, pimpinan bisa saja dengan cara jemput bola, tentu terlebih dahulu melakukan semacam focus group discussion (FGD).


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News