Jejak Cinta Bung Karno - Fatmawati di Rumah Pengasingan

Jejak Cinta Bung Karno - Fatmawati di Rumah Pengasingan
Kamar tidur di Rumah Pengasingan Bung Karno. Foto:Ken Girsang/JPNN.com

Perlu diketahui, Bung Karno tidak hanya dikenal karena kepiawaiannya berpolitik. Ia juga seorang seniman hebat yang menghasilkan sejumlah karya naskah sandiwara, artikel dan rancang bangun rumah.

Di ruang tamu, juga masih tertata dengan baik meja dan kursi yang biasa digunakan Bung Karno untuk berbincang dengan sahabat-sahabatnya. Termasuk di antaranya, tokoh Muhammadiyah Bengkulu Hassan Din.

Kabarnya, sekitar Agustus 1938, Hassan datang bertamu ke rumah pengasingan Bung Karno dengan membawa serta putrinya Fatmawati.

Saat itulah, untuk pertama kalinya Bung Karno bertemu dan berkenalan dengan gadis bernama asli Fatimah, kelahiran 5 Februari 1923 tersebut.

Malam itu juga, anak semata wayang Hassan Din tersebut tinggal bersama Bung Karno dan Inggit, serta putri angkat mereka Ratna Juami. Di sinilah kemudian benih-benih cinta mulai bersemi antara keduanya.

Cerita hubungan Bung Karno dengan Ibu Negara penjahit Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 ini, dimuat dalam 'Buku Fatmawati: Catatan Kecil Bersama Bung Karno'. Buku ini ditulis oleh Fatmawati dan diterbitkan oleh Sinar Harapan pada 1983 lalu.

Dalam buku tersebut, Fat, demikian Fatmawati biasa disapa, mengisahkan adanya niat seorang pemuda melamarnya. Saat menyampaikan hal itu ke sang ayah, Hassan menyarankan Fat meminta saran ke Bung Karno.

Fat kemudian mengikuti saran sang ayah. Namun, saat sedang berkonsultasi, Bung Karno diceritakan secara terus terang menyatakan jatuh hati kepada Fat, sejak pertama kali melihatnya.

Bung Karno langsung menyatakan jatuh cinta kepada Fatmawati, keduanya menikah di Jakarta pada 1 Juni 1943.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News