Jenderal Dudung: Saya Perintahkan Pangdam, Kejar, Jangan Ragu-Ragu

Jenderal Dudung: Saya Perintahkan Pangdam, Kejar, Jangan Ragu-Ragu
Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Ilustrasi Foto: ANTARA/Syaiful Hakim

jpnn.com, SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan Pangdam XVII/Cendrawasih dan jajarannya untuk mencari pelaku penembakan terhadap Sertu Eka Andriyanto Hasugian.

Pelaku penembakan terhadap Sertu Eka diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Saya perintahkan Pangdam kejar sampai dapat pelakunya. Prajurit juga harus tetap waspada, jaga kesiapsiagaan, tingkatkan keamanan dan lindungi rakyat. Selain itu lakukan tindakan patroli keamanan seperti biasa, jangan ragu-ragu hadapi KKB," kata Jenderal Dudung saat menjenguk anak Sertu Eka di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Senin (4/4) malam.

Sekelompok orang tak dikenal diduga KKB pada Kamis (31/3) lalu menyerang Sertu Eka, anggota babinsa Kp. Meagaima Ramil 1702-05/Kurulu Kodim 1702/JWY, istri, dan anak-anaknya di kediamannya, Jalan Trans Elelim, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua.

Sertu Eka tewas tertembak. Istrinya yang merupakan bidan di Puskesmas Elelim juga tewas akibat sabetan senjata tajam.

Dua anak dari korban yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) selamat, tetapi anak yang paling muda jarinya putus akibat senjata tajam.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya Dr. Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa kondisi Elvano Putra Faeyza, anak Sertu Eka Andriyanto Hasugian, membaik setelah menjalani operasi debridement.

"Debridement adalah operasi pemeriksaan luka, pengangkatan jaringan-jaringan yang mati. Kami juga melakukan penanaman kulit pada jari yang terputus, semoga hidup dan menutupi luka yang ada di jari," katanya saat dimintai keterangan di Surabaya, Selasa (5/6).

Jenderal Dudung Abdurachman menyampaikan perintah kepada Pangdam XVII/Cendrawasih untuk mengejar KKB penembak Sertu Eka Andriyanto.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News