Jokowi Harus Kembali ke Pasar, Kalau Tidak Bisa Gawat

Jokowi Harus Kembali ke Pasar, Kalau Tidak Bisa Gawat
Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara Berkabung & Doa Bersama untuk Sulteng di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (30/9). Foto: Publicist PDIP for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Calon presiden Joko Widodo perlu kembali turun blusukan ke pasar-pasar, seperti yang sebelumnya sering dilakukan saat masih menjabat wali kota Surakarta dan gubernur DKI Jakarta.

Menurut pengamat politik Ziyad Falahi, langkah tersebut perlu dilakukan agar imej sebagai 'presiden yang berasal dari wong cilik' tidak memudar.

Langkah rajin kembali turun ke pasar juga penting dilakukan, karena calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno belakangan banyak turun ke pasar, dalam rangkaian kampanye yang dilakukan.

"Jokowi perlu blusukan ke pasar lagi agar tidak muncul kesan pasar mulai diambil alih Sandi," ujar Ziyad kepada JPNN, Kamis (1/11).

Direktur Pusat Kajian Survei Opini Publik ini mengatakan, pasar identik dengan wong cilik. Karena segala kebutuhan pokok masyarakat ada di pasar. Artinya, tokoh yang dapat menguasai pasar, berpeluang besar memenangkan hati masyarakat.

Karena itu, tak heran Sandi banyak melakukan blusukan ke pasar-pasar saat berkunjung ke sejumlah daerah.

Saat ditanya terkait gaya kampanye mantan wakil gubernur DKI Jakarta juga banyak mendekati kaum milenal, Ziyad juga menilai langkah tersebut sudah tepat.

Meski demikian, Ziyad menilai langkah tersebut perlu diikuti aksi nyata lainnya. Misal, menggagas program untuk membantu kaum milenial tampil menjadi pengusaha sukses.

Calon presiden Joko Widodo perlu kembali turun blusukan ke pasar-pasar. Jika tidak, bakal kalah dari Sandiaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News