JPNN.com

Jumlah Kasus COVID-19 di Amerika Tembus 5 Juta, Donald Trump Kerjanya Apa?

Selasa, 11 Agustus 2020 – 05:55 WIB
Jumlah Kasus COVID-19 di Amerika Tembus 5 Juta, Donald Trump Kerjanya Apa? - JPNN.com
Presiden AS Donald Trump memegang Injil di depan Gereja St John, Washington, Senin (1/6). Foto: AP

jpnn.com, WASHINGTON - Jumlah kasus COVID-19 terkonfirmasi di Amerika Serikat (AS) telah menembus angka 5 juta pada Minggu (9/8) seiring. Rekor tidak sedap itu makin menyoroti masalah mengakar di masyarakat AS serta menimbulkan keraguan pada kualitas kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Menurut data Universitas Johns Hopkins pada Senin (10/8) pukul 00.00 GMT atau pukul 07.00 WIB, AS telah melaporkan 5.041.473 kasus positif dan 162.913 kematian terkait COVID-19

Hanya ada sedikit tanda yang menunjukkan bahwa penyebaran virus tersebut melambat di AS.

Meski merupakan kekuatan ekonomi terbesar dan memiliki salah satu sistem kesehatan paling maju di dunia, AS menjadi negara yang paling terpukul tidak lama setelah pandemi COVID-19 menyebar di seluruh dunia.

COVID-19 saat ini menjadi penyebab utama kematian di Negeri Paman Sam, membunuh lebih banyak orang per hari dibandingkan kanker atau penyakit jantung, menurut grafik data yang dipublikasikan di Newsweek pada 9 April. Penyakit itu juga telah membunuh lebih banyak orang Amerika dibandingkan gabungan jumlah warga negara tersebut yang tewas dalam Perang Korea, Perang Vietnam, Perang di Afghanistan, dan Perang Irak.

Sikap sejumlah politisi AS yang tidak memedulikan kehidupan manusia, ketidaksetaraan rasial yang mengakar dalam, serta kesenjangan kekayaan yang kian melebar telah memperburuk situasi mengerikan itu.

Dengan meremehkan cakupan dan bahaya pandemi, Presiden Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa AS memiliki salah satu tingkat kematian COVID-19 terendah di dunia.

Namun, pada kenyataannya tingkat kematian di negara tersebut tercatat 1 per 100.000 penduduk, lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain seperti Kanada, Jerman, Prancis, dan Belanda, menurut artikel terbaru yang diterbitkan surat kabar The Hill.

Sumber Xinhua

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil