Kabar Duka Iringi Kemenangan Obama

Kabar Duka Iringi Kemenangan Obama
Foto : REUTERS/Hugh Gentry
HONOLULU - Obama akhirnya memang terpilih sebagai Presiden AS ke 44. Hanya saja, kegembirannya itu terasa kurang lengkap karena Obama harus berpisah dengan nenek tercintanya, Madelyn Payne Dunham untuk selamanya. Sehari sebelum pemilihan presiden AS (Super Tuesday), Obama menangis karena sang nenek tercinta meninggal.

Obama tak bisa memendam kedukaan ketika mengumumkan kepergian Madelyn Payne Dunham, sang nenek yang berusia 86 tahun, karena kanker di apartemennya di Honolulu, Hawaii. ''Dia telah pergi,'' kata Obama sambil menangis ketika berkampanye di University of North Carolina, Charlotte, Selasa siang (4/11).

Wanita sepuh yang merawat Obama sejak remaja hingga lulus SMA tersebut memang sudah diperkirakan tidak akan bisa bertahan hingga hari pemilihan. Itulah yang membuat Obama rela meninggalkan arena kampanye sepekan lalu untuk membesuk ibu dari ibundanya yang biasa dia sapa ''Tooth'' tersebut.

Pada saat-saat terakhir, Obama hanya bisa memantau dari jauh. Sang nenek didampingi adik Obama lain ayah, Maya Soetoro-Ng. ''Dia meninggal dengan damai dalam tidurnya bersama saudara saya di sisinya. Dan itu melegakan sekaligus menyedihkan. Saya tidak akan membicarakannya terlalu lama karena sangat berat bagi saya,'' ujar Obama yang mendengar kabar duka tersebut kemarin pagi saat kampanye di Jacksonville, Florida.

HONOLULU - Obama akhirnya memang terpilih sebagai Presiden AS ke 44. Hanya saja, kegembirannya itu terasa kurang lengkap karena Obama harus berpisah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News