Kabar Tak Sedap untuk Warga Jatim, BMKG Minta Semua Bersiap

Kabar Tak Sedap untuk Warga Jatim, BMKG Minta Semua Bersiap
BMKG Juanda membagikan kabar tak sedap untuk warga Jawa Timur (Jatim). Semua diminta bersiap. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SIDOARJO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda membagikan kabar tak sedap untuk warga Jawa Timur (Jatim)

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto meminta seluruh warga mewaspadai terjadinya potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jatim.

Pasalnya, sejumlah wilayah sudah dilanda bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim.

"Seperti di Madiun, Ngawi dan Magetan yang terjadi angin kencang. Begitu juga di Bangkalan juga terjadi puting beliung beberapa hari lalu," kata Teguh saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

Teguh menyampaikan awal musim hujan 2021 diprakirakan terjadi pada Oktober-November.

"Kami meminta kepada masyarakat mewaspadai sejumlah potensi bencana hidrometeorologi. Contohnya saat musim kemarau terjadi kekeringan dan saat musim hujan berpotensi terjadi angin kencang dan juga banjir," katanya.

Ia mengatakan, di Jawa Timur saat ini potensi bencana hidrometeorologi masih berpotensi di wilayah tengah Jatim seperti di Magetan, Ngawi dan juga di Madiun.

"Beberapa wilayah lainnya seperti di Bangkalan dan sebagian wilayah Gresik juga berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada warga Jatim untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, dengan meningkatkan akses informasi BMKG.

"Kami memiliki beberapa kanal yang bisa diakses oleh masyarakat supaya lebih dini mengetahui perubahan cuaca yang terjadi di masyarakat," kata Teguh.

BMKG saat ini aktif menyalurkan informasi perubahan cuaca ke berbagai pemangku kepentingan di Jawa Timur seperti BPBD dan juga dengan Basarnas.

"Kami sebagai koordinator BMKG di Jawa Timur juga selalu melakukan monitoring terhadap iklim dan suhu," ucap Teguh. (antara/jpnn)

BMKG Juanda membagikan kabar tak sedap untuk warga Jawa Timur (Jatim). Semua diminta bersiap.