Kadet RI Dapat Beasiswa ke Akmil AS, Sejarah Baru Diplomasi Pertahanan

Kadet RI Dapat Beasiswa ke Akmil AS, Sejarah Baru Diplomasi Pertahanan
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan Acting Secretary of Defense of the United States H.E. Christopher C. Miller, di Kantor Kemhan, Jakarta. Senin (7/12/2020). Foto: dok Kemenhan

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia telah berkesempatan mengirim tiga taruna Akademi Militer ke akademi militer di Amerika Serikat (AS) dengan beasiswa penuh dari pemerintah AS. Adanya Beasiswa penuh belajar di akmil AS ini adalah pertama kalinya dalam sejarah diplomasi pertahanan Indonesia dan AS.

Kesediaan AS untuk memberikan beasiswa penuh bagi taruna akmil RI ini berawal dari pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menhan AS, Mark T. Esper, pada Oktober 2020, yang kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan antara Prabowo dengan Pelaksana Menhan AS, Christopher C. Miller, di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada medio Desember 2020.

Prabowo saat itu meminta agar ada taruna dari RI yang bisa mendapatkan beasiswa penuh dari AS untuk belajar di West Point (Akademi AD), USNA (Akademi AL), dan USAFa (Akademi AU), yang kemudian disetujui oleh AS.

"Pemerintah Indonesia berkeinginan untuk melaksanakan kerja sama industri pertahanan serta kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan dengan mengirim taruna-taruna Akademi Militer untuk belajar di Akademi Militer AS," kata Prabowo pada saat itu.

Tiga taruna akmil yang berkesempatan menuntut ilmu di AS berasal dari TNI AL dan TNI AU. Mereka berhasil masuk ke United States Naval Academy (USNA), Maryland dan US Air Force Academy, Colorado, selama empat tahun ke depan.

Mereka yang berkesempatan mendapatkan beasiswa ke AS tersebut adalah Kopral Taruna Marinir Febriata Suryana dan Kopral Taruna Marinir Juandito Cahyo Nugroho dari TNI AL dan Kopral Tri Bawono Nugroho asal TNI AU.

Adapun selain ke AS, beberapa waktu lalu Indonesia dan Australia telah sepakat untuk mengirim taruna akmil dari RI belajar di Australia dengan beasiswa di Royal Military College di Duntroon di Canberra. Hal ini juga pertama kalinya dalam sejarah kerjasama pertahanan RI dan Australia.

Pengamat hubungan internasional Ian Montratama menyambut baik kerja sama Indonesia-AS di bidang militer ini. Dia menilai, peringriman tiga kadet ke AS menjadi tanda kian intimnya hubungan kedua negara. Sebab, program serupa pernah dilakukan saat Prabowo masih aktif di militer.

Kesediaan AS untuk memberikan beasiswa penuh bagi taruna akmil RI ini berawal dari pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menhan AS, Mark T. Esper,