Kapal Tol Laut Tekan Beban Jalur Darat 30 Persen

Kapal Tol Laut Tekan Beban Jalur Darat 30 Persen
TOL LAUT: KM Mutiara Persada III saat berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak pada Jumat lalu (8/5). Foto Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com SURABAYA – Pengoperasian kapal roll off-roll on (RoRo) dalam program short sea shipping (SSS) diprediksi bisa menekan beban jalur darat, khususnya di pantai utara Jawa  (pantura), sebesar 30 persen.

Hal tersebut terjadi seiring dengan pengoperasian perdana kapal RoRo, KM Mutiara Persada III, yang melayani rute tetap Lampung-Surabaya pergi-pulang (PP).

Kapal yang dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (APL) tersebut memiliki panjang (lenght of all/LOA) 151 meter dengan bobot mati 15.000 gross tonage (GT).

Kapal itu disebut-sebut sebagai pelopor kapal “tol laut” yang pengoperasiannya diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan.

Deputi Pelindo III Tanjung Perak Bambang Hasbullah mengatakan bahwa KM Mutiara Samudera III adalah kapal RoRo pertama yang melayani pelayaran logistik berjadwal dan tetap dari dermaga.

Pelabuhan Panjang, Lampung, ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. “Kami sangat bangga pada antusiasme para operator kapal yang turut mendukung program tol laut lewat pelayaran SSS. Ternyata, semangat dan tekad kami untuk mengurangi biaya logistik nasional dapat dukungan dari semua pihak,” papar Bambang seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (11/5).

Kehadiran KM Mutiara Persada III yang melayani rute Pelabuhan Panjang-Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan dapat menurunkan biaya logistik. Termasuk mengurangi beban jalur darat di pantura hingga 30 persen. (rud/awa/jay/jpnn)


JPNN.com SURABAYA – Pengoperasian kapal roll off-roll on (RoRo) dalam program short sea shipping (SSS) diprediksi bisa menekan beban jalur


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News