Kapitra Ampera: Orang Itu Tidak Beragama, Enggak Boleh Hidup di Indonesia

Kapitra Ampera: Orang Itu Tidak Beragama, Enggak Boleh Hidup di Indonesia
Politikus PDIP Kapitra Ampera. Foto: Elfany Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera menanggapi video pria diduga menendang sesajen di lereng Gunung Semeru yang viral di media sosial.

Kapitra mengatakan manusia pada dasarnya memiliki sifat bersahabat dan damai. Lalu, agama datang dalam hidup manusia untuk menguatkan sifat dasar itu.

"Kalau ada manusia menebarkan kekerasan verbal, penghinaan, penistaan, itu bukan sifat dasar manusia dan juga bukan ajaran sebuah agama," kata Kapitra kepada JPNN.com, Senin (10/1).

Kapitra menambahkan manusia tidak boleh menghina dan menista keyakinan orang lain. Apalagi merusak atribut agama orang lain.

Bagi Kapitra, pembuang sesajen di lereng Gunung Semeru itu tidak beragama.

"Saya katakan orang yang selalu menista orang lain adalah orang yang tidak beragama, di Indonesia jelas adalah negara agama, bukan negara satu agama, tetapi negara agama," ujar Kapitra.

"Orang yang tidak beragama menurut UUD 1945 itu tidak boleh hidup di Indonesia," sambung Kapitra.

Sebelumnya, identitas pria yang diduga membuang sesajen di lereng Gunung Semeru, terungkap.

Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera menanggapi video pria diduga membuang sesajen di lereng Gunung Semeru yang viral di media sosial.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News