Kapolri Rahasiakan Posisi Baridin

Kapolri Rahasiakan Posisi Baridin
Kapolri Rahasiakan Posisi Baridin
JAKARTA - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri tak ingin operasi Densus 88 Mabes Polri di lapangan gagal. Karena itu, semua informasi resmi terkait penangkapan Baridin masih ditahan. Sebab, Baridin menjadi  kunci untuk mengurai anggota kelompok yang masih tersisa.

    

"Jangan. Itu nanti saja. Kita sedang melakukan pencegahan," ujar Kapolri saat ditemui usai salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/12). Mantan Kabareskrim itu juga menolak membeber kronologis penangkapan secara detail.

    

Menurut BHD,  operasi dilakukan tanpa kontak senjata sama sekali. "Tidak ada penembakan. Alhamdulillah semua selamat," kata alumnus Akpol angkatan 1974 itu. Mertua Noordin M Top itu dijemput Densus 88 bersama anak ketiganya Ata Sabik Alim Kamis ( 24/12) di dusun Banyuasih, Pamalayan, Cikelet, Garut, Jawa Barat.

    

Informasi yang dikumpulkan koran ini, beberapa jam setelah Baridin ditangkap, sejumlah personel Densus 88 berangkat menuju sebuah pondok pesantren di kawasan Sleman, Jogjakarta. Mereka mencari seseorang bernama Syahroni. Orang ini diduga pernah membantu pelarian Baridin sesaat setelah lolos dari Cilacap. Termasuk menyediakan KTP atas nama Usman. 

    

JAKARTA - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri tak ingin operasi Densus 88 Mabes Polri di lapangan gagal. Karena itu, semua informasi resmi terkait

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News