Karma Datang di Hari Tua, Sungguh Menyedihkan

Karma Datang di Hari Tua, Sungguh Menyedihkan
Karma Datang di Hari Tua, Sungguh Menyedihkan. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

“Karma itu. Ibu kok enggak ngerti perasaan anak-anaknya. Emang cerai itu enak. Sekarang ia rasakan sendiri,” kata pemilik tambak di Driyorejo, Gresik dan Sidoarjo itu.

Sampai akhirnya, ia pun mencari istri baru untuk tempat berlabuh saat gundah.

“Istri kedua saya ini enggak neko-neko. Sayang banget sama anak-anak saya. Malah, kadang kalau lagi ada masalah sama ibunya, curhatnya ya ke istri kedua saya ini. Mereka tahu kok kalau saya nikah siri, tapi memang anak-anak enggak mau saya pisah dengan ibunya,” jelasnya.

Dengan perpisahan itu, Donjuan ingin hidup tenang bersama istri keduanya. Ia tak mau lagi mendengar gosip tetangga ataupun kemarahan seorang ibu ke anaknya.

“Anak-anak juga di Jakarta dan Kalimantan. Enggak mau lagi rumah tangganya diurusi ibunya. Ya, saya mendoakan mereka sajalah. Semoga rumah tangganya bahagia terus. Nggak ruwet kayak orang tuanya,” ungkap Donjuan, terkekeh.

(*/opi/jpnn)


 Karma bisa datang kapan saja. Apalagi, ketika semua anaknya sudah terlanjur sakit hati dengan ulah ibunya, Sephia, 60.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News