Kasus Investasi Bodong Rp164 Miliar, Tersangka Minta Penangguhan Penahanan
jpnn.com, BANDA ACEH - Tersangka investasi bodong Rp164 miliar yang ditangani Polda Aceh, mengajukan penangguhan penahanan.
Kedua tersangka yang merupakan pasangan suami istri berinisial S (30) dan SHA (31), pemilik Yalsa Boutique, perusahaan penjualan pakaian muslim.
"Kami sudah mengajukan penangguhan penahanan, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari penyidik Polda Aceh," kata Mukhlis Mukhtar, kuasa hukum dua tersangka, di Banda Aceh, Kamis (25/3).
Mukhlis mengatakan, pengajuan penahanan, khususnya untuk tersangka SHA karena faktor kemanusiaan, sebab pasangan ini memiliki dua anak yang masih dalam perawatan.
"Selain itu, kedua klien kami tidak akan melarikan diri, tidak mengulangi perbuatannya, serta tidak menghilangkan barang bukti. Jadi, unsur penangguhan penahanan sudah terpenuhi," kata Mukhlis Mukhtar.
Mukhlis menyayangkan penahanan kedua kliennya tersebut. Padahal, selama proses penyelidikan keduanya kooperatif dan setiap hari menjumpai penyidik Polda Aceh.
Terkait total dana investasi yang dihimpun mencapai Rp164 miliar, Mukhlis menegaskan penyidik perlu melacaknya dengan melibatkan akuntan publik.
Menurutnya, dalam kasus ini tidak hanya melibatkan kedua tersangka, tetapi juga pihak yang disebut reseller maupun anggotanya.
Tersangka investasi bodong Rp164 miliar mengajukan penangguhan penahanan. Apa jawaban polisi?
- Ibu Rumah Tangga Mengaku Pengacara Menipu 10 Pencari Kerja
- Hati-Hati Penawaran Investasi, 20 Orang Jadi Korban, Rp 3 Miliar Raib
- Ada Wali Kota di Sumbar Dilaporkan ke Polda Riau, Sudah Tersangka?
- Tanah Pesantren Dibeli Rp 210 Juta, Sertifikat Disebut Masih Atas Nama Wali Kota Pagaralam
- Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi
- KPK Diminta Transparan Soal Penanganan Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR
JPNN.com




