Keanggotaan Rusia di Dewan HAM PBB Ditangguhkan, AS dan NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata Untuk Ukraina

Keanggotaan Rusia di Dewan HAM PBB Ditangguhkan, AS dan NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata Untuk Ukraina
Pertemuan Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk menentukan soal keanggotaan Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia. (Reuters: Andrew Kelly)

Sementara politisi Uni Eropa memberikan suara dalam resolusi tidak mengikat untuk memberikan "embargo penuh segera" pada impor energi Rusia.

Menlu AS mengatakan dia memiliki keyakinan kuat jika Eropa berkomitmen untuk mengakhiri ketergantungan mereka pada energi Rusia, meski mengakui hal itu tidak bisa dilakukan cepat.

Tingkat ketergantungan Eropa yang tinggi pada minyak Rusia, khususnya gas, membuat embargo energi yang lebih luas tidak mungkin dilakukan sat ini. Padahal, ini dapat memotong sumber pendapatan perang yang signifikan bagi Rusia.

Menlu Blinken mengatakan laporan pemerkosaan dan eksekusi warga di Bucha tidak akan memengaruhi negosiasi perdamaian antara Ukraina dan Rusia, sejauh apakah Rusia berpikir jika perdamaian itu layak untuk dicapai.

"Saya tidak berpikir dalam arti, Bucha ada hubungannya dengan itu. Ini ada hubungannya dengan apa yang menjadi perhitungan Presiden [Vladimir] Putin, apa yang dia putuskan," kata Blinken.

Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan dalam Bahasa Inggris


Berita Selanjutnya:
Sang Kaisar

Keanggotaan Rusia di dewan HAM PBB dibekukan setelah sebuah laporan menunjukkan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Rusia dengan menyerang Ukraina


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News