Keberanian Melotot

Oleh Dahlan Iskan

Keberanian Melotot
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Keberanian Tiongkok mengabaikan opini Barat itu bertumpu pada satu: success story. Tiongkok berhasil mengentaskan setidaknya 1 miliar  manusia dari kemiskinan absolut.

Itu lebih banyak dari seluruh penduduk Eropa dan Amerika dijadikan satu. Pun dalam waktu singkat. Kurang dari 50 tahun.

Sementara banyak negara demokrasi yang sudah merdeka lebih 60 tahun belum bisa mengentaskan kemiskinan. Pun menghapus tanda-tandanya saja belum.

Tiongkok menjadi sah beralasan bahwa kekuasaan bukan semata untuk kekuasaan. Kekuasaan adalah amanah untuk menyejahterakan rakyat dan memperkuat negara. Negara yang kuat bisa dipakai untuk mempertahankan kedaulatan.

Kini Tiongkok merasa kedaulatan itu terancam. Tiongkok perlu tegas di Hong Kong.

Ini sekaligus seperti pedang dengan banyak mata. Dan mata terbesarnya dipelototkan ke Taiwan. Yang nada-nadanya juga kian tidak sabar untuk merdeka.

Taiwan dan Hong Kong mengembangkan rasa senasib. Hong Kong berkepentingan mendorong keberanian Taiwan untuk segera merdeka. Mumpung Donald Trump menjadi Presiden Amerika.

Taiwan juga berkepentingan mendorong Hong Kong untuk duluan merdeka. Mumpung Trump menjadi presiden.

Tiongkok sekarang negara kaya. Superpower. Ketika dimarahi ia kembali memarahi. Ketika dipelototi ia membalas melotot

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News