Kejutan di Perang Dagang

Oleh Dahlan Iskan

Kejutan di Perang Dagang
Dahlan Iskan.

Kejutan terjadi: Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He tiba-tiba nongol. Ia masuk ke ruangan. Disambut tepuk tangan tim perunding dari Amerika. Bahkan ada yang bertepuk sambil berdiri.

Padahal perundingan itu hanya untuk tingkat wakil menteri. Mestinya. Seperti yang sudah disepakati.

Kelak barulah meningkat ke tingkat menteri. Kelak lagi naik lagi ke tingkat pengambil keputusan. Munculnya pejabat setinggi Liu He benar-benar kejutan.

Dari pihak Tiongkok yang hadir juga banyak sekali. Hampir 100 orang. Dua kali lipat dari juru runding Amerika.

Yang memimpin tim Amerika tidak sampai tingkat wakil menteri. Hanya dipimpin Wakil Kepala Perwakilan Dagang Jeffrey Gerrish. Mengapa Liu He sampai masuk ruang perundingan? Bahkan disertai menteri perdagangannya pula?

Presiden Donald Trump sudah sepakat dengan Presiden Xi Jinping: gencatan senjata dulu selama 90 hari. Sejak mereka berdua bertemu di Argentina. Tanggal 29 November lalu.

Berarti, Senin kemarin itu, saat perundingan pertama dimulai itu, sudah sangat telat. Sudah kehilangan waktu 36 hari.

Tentu tidak bisa dikatakan kehilangan. Perundingan pertama itu memerlukan persiapan matang. Poin-poinnya harus dibuat. Agar tidak terjerumus ke debat kusir.

Presiden Donald Trump sudah sepakat dengan Presiden Xi Jinping: gencatan senjata dulu selama 90 hari. Sejak mereka berdua bertemu di Argentina 29 November lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News