Kelapa Jatuh 5 Hari Sebelum Pratu Dedi Hamdani Gugur di Intan Jaya

Kelapa Jatuh 5 Hari Sebelum Pratu Dedi Hamdani Gugur di Intan Jaya
Prosesi pemakaman Pratu Dedi Hamdani di Lombok Tengah, Minggu (24/1). Foto: dedi/lombok post

Sebelum kabar duka datang, Muhdin dan keluarganya tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Dia bertani dan juga memelihara ternak.

Pada Jumat sore (22/1), dia menyabit rumput tidak jauh dari rumahnya di Dusun Bagek Dewa Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Tiba-tiba keluarga datang. Dirinya diminta pulang. Di rumah pun keluarga dekat sudah berkumpul.

Sarmiati, ibu Pratu Dedi, tinggal di rumah keluarga yang lain. Sebab, Muhdin dan Sarmiati, sudah enam tahun bercerai.

"Saya tanya kepada mereka, ada apa ini,” cerita Muhdin.

Tidak lama kemudian telepon miliknya berdering. Di ujung telepon, Komandan Batalyon Raider 400/Benteng Raider Kodam IV/Diponogoro menyampaikan kabar duka, bahwa anaknya meninggal melawan kelompok bersenjata.

Muhdin merasa seluruh sendi-sendi tubuhnya lemas. Dia tak bisa berkata-kata. Air matanya tumpah.

Ibu dari Pratu Dedi Hamdani menyimpan penyesalan, karena tidak membawa HP saat anaknya mencoba menghubungi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News