Keluarga Mallarangeng Minta KPK Tak Berhenti di Anas

Dorong Petinggi Adhi Karya Dijadikan Tersangka

Keluarga Mallarangeng Minta KPK Tak Berhenti di Anas
Keluarga Mallarangeng Minta KPK Tak Berhenti di Anas
Menurutnya KPK bisa menggunakan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui peran dari nama-nama lain yang diduga terlibat di proyek Hambalang itu. Dalam audit BPK, kata Celi, justru Teuku yang menjadi pelaku utama mark up anggaran.

"Kenapa KPK susah-susah, apalagi yang ditunggu? Itu audit investigasi resmi dilaporkan ke DPR. KPK kalau mau usut, kan sudah ketahuan mark up-nya, penangungjawabnya. Dimulai dari situ ada Teuku Bagus, karena dia penanggungjawabnya. Harusnya dari pinggir-pinggirnya ini dulu yang diusut," tutur Rizal.

Berdasarkan data dari BPK itu, kata Rizal, KSO Adhi-Wika bekerjasama dengan PT DCL yang menjadi subkontraktor pekerjaan mechanical dan electrical engineering Hambalang. "Dari pengerjaan mechanical electrical oleh PT Dutasari saja ada mark up hingga Rp 75 miliar. Sedangkan pengerjaan konstruksi oleh Adhi Karya digelembungkan hingga Rp 51 miliar," kata Rizal.(flo/jpnn)

JAKARTA - Juru Bicara Keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melebarkan penyidikan kasus korupsi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News