Kembalinya Anak Pengungsi Khmer Merah

Pulang sebagai Komandan Kapal

Kembalinya Anak Pengungsi Khmer Merah
PULANG - Michael Misiewicz di atas kapal bersama anak buahnya. Foto: c7f.navy.mil.
SIHANOUKVILLE - Impian Michael Misiewicz terwujud. Setelah 37 tahun meninggalkan tanah kelahirannya, komandan 43 tahun tersebut tiba kembali di Kamboja Jumat lalu (3/12). Beberapa kerabat menyambut harus kepulangan pria bernama asli Vannak Khem tersebut.

"Chumreap suor, Om?" sapa Misiewicz sambil bersalaman dengan Samrith Sokha. Sapaan khas berbahasa Kamboja itu bermakna, "Apa kabar, Bibi?" Perempuan 72 tahun yang berada di hadapannya tidak kuasa menahan tangis. Keduanya lantas berpelukan. Saat masih bocah dulu, Misiewicz lebih banyak diasuh oleh Sokha ketimbang ibunya sendiri. Dia menganggap kakak perempuan ayahnya itu sebagai ibu angkat.

Bertemu sang bibi, merupakan cita-cita Misiewicz sejak lama. Tepatnya, setelah dia kembali dipersatukan dengan ibu dan saudara kandungnya di Amerika Serikat (AS) pada 1989 lalu. Jumat lalu, Sokha menemui Misiewicz di atas dek kapal penghancur USS Mustin bersama beberapa kerabat. Salah satunya adalah sepupu Misiewicz yang menjadi teman main saat kecil.

Setelah pertemuan mengharukan dengan kerabatnya Jumat lalu, Misiewicz menikmati kehangatan keluarga kemarin (5/12). Bersama seorang sepupu yang tidak disebutkan namanya, dia merasakan dinginnya Sungai Mekong. Keduanya duduk di pinggir sungai, bertukar kisah sambil memancing. Layaknya pemuda Kamboja, dia pun bermain air tanpa alas kaki.

SIHANOUKVILLE - Impian Michael Misiewicz terwujud. Setelah 37 tahun meninggalkan tanah kelahirannya, komandan 43 tahun tersebut tiba kembali di Kamboja

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News