Kementan Gencarkan Program Serasi di Kalimantan Selatan

Kementan Gencarkan Program Serasi di Kalimantan Selatan
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy (batik). Foto: Kementan

Setelah Lebaran kegiatan Serasi juga mulai intens direalisasikan di wilayah Kecamatan Mataraman, Astambul, termasuk juga di Karangintan," sebutnya.

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan program Serasi memang mempersyaratkan tata air yang baik. Karena itu lahan yang telah ditetapkan sesuai hasil SID, dibenahi tata airnya. Upaya itu penting guna mengendalikan air, terutama saat musim penghujan dan musim kemarau.

Pembenahan tanggul juga dilengkapi pintu-pintu airnya untuk mempermudah mempertahankan genangan air secukupnya di hamparan lahan.

"Dibikin pintu-pintu supaya air di lahan tiral langsung habis. Itu pembuatan tata airnya per kluster. Satu kluster minimal 100 hektare, di blok dengan tanggul keliling," beber Fachry.

"Target kami setidaknya terealisasi 20-an ribu hektare karena kan memang peralatan yang tersedia terbatas," ungkapnya.

Pada lahan lebak realisasinya agak lama karena tanan padi lokal yang ditanam petani panen saat kemarau sekitar Juli atau Agustus hingga September.

"Jadi nanti di sebagian wilayah mungkin realisasinya sekitar Oktober atau November," sebutnya. (adv/jpnn)


Pelan tetapi pasti program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) 2019 di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berjalan.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News