Kementan Terus Kembangkan Benih Hortikultura Bermutu

Kementan Terus Kembangkan Benih Hortikultura Bermutu
Benih hortikultura yang terus dikembangkan oleh Kementan. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, BOGOR - Konsumen buah, sayur dan tanaman hias terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini produk hortikultura Indonesia terus meningkat bahkan mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Baik konsumen lokal dan internasional menuntut produk yang berkualitas. Kemampuan menyediakan produk hortikultura bermutu ini tidak terlepas dari faktor utamanya, yakni benih bermutu.

Dalam kunjungan ke PT DaFa Teknoagro Mandiri, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Yasid Taufik mengapresiasi keberadaan perusahaan ini. "Pasalnya, salah satu hasil evaluasi dan hambatan pada produk hasil pertanian yang berpotensi untuk diekspor sangat membutuhkan benih bermutu pada tiap laporan dan evaluasi akhir tahun," ujar Yasid saat ditemui desa Bojong Jengkol, kecamatan Ciampea, Bogor, Jumat (14/12) lalu.

Kebutuhan benih bermutu inilah yang mendorong berdirinya perusahaan pada 1996 lalu. PT DaFa adalah laboratorium kultur jaringan swasta pertama di Indonesia yang memperoleh delegasi legalitas. Perusahaan ini dinilai mampu menjadi kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian untuk menghasilkan benih kentang bermutu hasil introduksi Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Lembang. Lebih lanjut perusahaan ini mampu menjadi laboratorium swasta pertama melakukan sertifikasi mandiri benih pisang yang dihasilkan dengan teknik kultur jaringan.

Kegiatan PT DaFa Teknoagro Mandiri diawali dengan memproduksi plantlet kentang dengan metode kultur jaringan. Plantlet yang dihasilkan telah dipasarkan ke penangkar benih kentang di berbagai wilayah tanah air seperti di Bandung, Garut, Wonosobo, Jambi, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat. Varietas kentang yang telah dihasilkan antara lain adalah Granola Lembang, Granola Kembang, Atlantik Malang, Columbus, Russert Burbank, Agria, dan lain-lain.

Kultur jaringan (tissue culture) adalah suatu teknik perbanyakan tanaman melalui bagian-bagian tanaman seperti batang, tunas dan daun yang dikerjakan secara aseptik di laboratorium. Tanaman induk (mother plant) yang dipergunakan adalah tanaman sehat dan unggul. Dengan teknik kultur jaringan akan dihasilkan benih yang memiliki pertumbuhan baik dan seragam. Teknik ini dimungkinkan mampu menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan cepat.

Sejak tahun 2000 juga telah dikembangkan benih pisang dengan teknik kultur jaringan lalu diikuti dengan perbanyakan benih Jati Kencana (fast growing), bunga Chrysanteum, nenas, nilam dan berbagai jenis benih lain sesuai permintaan. Tahun ini PT DaFa menghasilkan 28 jenis benih pisang kultur jaringan di antaranya cavendish, barangan merah, kepok Kuning, mas kirana, ambon kuning, ambon lumut, tanduk, dan raja bulu. Selain itu juga PT DaFa mendukung kelompok tani nenas Langgeng Mulyo di Kabupaten Kediri untuk perbanyakan varietas nenas terbarunya. Benih tanaman hias yang dihasilkan antara lain anggrek Dendrobium, Phalaenopsis, bunga Chrysanteum, Lili, Aglonema dan lainnya.

Direktur Utama PT DaFa Nursyamsu Mahyuddin mengatakan, Perseroan memiliki laboratorium steril seluas 800 m2 yang didukung nursery seluas 2 hektar. Kapasitas produksi 2.000.000 benih per tahun. "Laboratorium kami juga mampu melakukan sertifikasi mandiri untuk benih pisang melalui teknik kultur jaringan," jelasnya.

Mahyuddin juga terlibat dalam penyusunan panduan produksi benih hortikultura in-vitro yang diterbitkan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Dengan pengalamannya yang panjang, PT DaFa menyatakan siap berkontribusi mendukung penyediaan benih hortikultura bermutu di tanah air. Bisnisnya ini sangat membantu program pemerintah, salah satunya program Bekerja. Kesuksesan program Bekerja atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera berbasis pertanian sangat ditentukan dengan benih bersertifikat. Perbanyakan benih melalui tehnik kultur jaringan menjamin kualitas yang baik dan didapatkan dalam jumlah yang cepat.

Kemampuan menyediakan produk hortikultura bermutu ini tidak terlepas dari faktor utamanya, yakni benih bermutu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News