Kenapa Amerika Serikat Belum Memberi Selamat buat Prabowo?

Kenapa Amerika Serikat Belum Memberi Selamat buat Prabowo?
Prabowo Subianto. Foto: IG prabowo

jpnn.com - JAKARTA - Sejumlah pemimpin dunia telah memberikan ucapan selamat kepada Prabowo Subianto atas keberhasilan memenangi quick count Pilpres 2024.

Ucapan selamat itu datang dari Rusia, Inggris, Ceko, Australia, Singapura, Malaysia, dan lainnya.

Namun, pemerintah Amerika Serikat belum bersedia mengakui kemenangan Prabowo.

"Kami mengucapkan selamat kepada masyarakat Indonesia atas besarnya partisipasi mereka dalam pemilu hari ini. Pemungutan suara ini merupakan bukti ketangguhan dan kuatnya komitmen masyarakat Indonesia terhadap proses demokrasi dan lembaga pemilu," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller seperti dikutip dari US Department of State.

"Kami menantikan pengumuman resmi hasil pemilu dari Komisi Pemilihan Umum," imbuhnya.

Miller menyampaikan harapan Amerika Serikat untuk terus bekerja sama dengan Indonesia.

"Tahun ini, saat 75 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia, kami berharap dapat bekerja sama dengan presiden terpilih dan pemerintahan Indonesia berikutnya, serta badan legislatif, mengenai prioritas bersama yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara, termasuk mengatasi perubahan iklim, memastikan Indo-Pasifik yang makmur dan aman, serta menjaga stabilitas internasional," katanya.

"Amerika Serikat dan Indonesia adalah mitra dekat, berpedoman pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam Kemitraan Strategis Komprehensif kami. Bersama dengan pemerintahan baru Indonesia, kami akan berupaya mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi warga negara kami dan mengatasi tantangan paling mendesak di abad ke-21." imbuhnya.

Data real count KPU hingga Sabtu (17/2), Prabowo mendulang 57,95 persen suara. Sisanya untuk Anies dan Ganjar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News