Kepakaran yang Hilang Bersama dengan Korban COVID di Indonesia

Kepakaran yang Hilang Bersama dengan Korban COVID di Indonesia
Nanang Indra Kurniawan (kiri) dan Bambang Purwoko di tahun 2010 di Sota, daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. (Foto: Supplied)

Sudah lebih dari 70.000 orang di Indonesia meninggal dunia karena COVID-19, di antaranya ada tenaga kesehatan dan kalangan profesional yang ahli di bidangnya. Kini keahlian mereka juga hilang bersama dengan kepergian mereka.

Bambang Purwoko, dosen di Departemen Politik dan Pemerintahan  Fisipol di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, meninggal dunia hari  Kamis (15/07).

"Kita kehilangan seorang ahli pemerintahan Papua," kata Nanang Indra Kurniawan, dosen di jurusan yang sama kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

"Di departemen kami, kehilangan Mas Bambang adalah kehilangan dosen yang memang selama ini memfokuskan pada skill praktis manajemen pemerintahan.

"Kompetensi ini khas Mas Bambang di mana para yuniornya sekarang di departemen lebih banyak fokus pada aspek teoritik."

Menurut Nanang Kurniawan yang menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Melbourne tersebut, Bambang Purwoko juga dikenal karena perhatiannya yang besar terhadap Papua.

Komitmennya pada Papua selama lebih dari lima belas tahun terakhir telah membuat dia memiliki pengetahuan mendalam tidak hanya pada aspek politik dan pemerintahan tapi juga kultur masyarakat Papua," kata Nanang lagi.

"Ini menjadikan dia memiliki keahlian kuat tentang Papua dan didengarkan betul cara pandang dan usulannya tentang Papua ke pemerintah pusat."

Sudah lebih dari 70.000 orang di Indonesia meninggal dunia karena COVID-19, di antaranya ada tenaga kesehatan dan kalangan profesional

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News