Kepala Sekolah Bantah Terima Dana dari Turki

Kepala Sekolah Bantah Terima Dana dari Turki
Uang. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Sebab itu, kata dia juga, tidak ada juga ajaran ajaran yang dicurigakan karena sebetulnya sekolah ini adalah sekolah sains. 

”Tenaga asing yang ada di kami mengajar sains seperti matematika, fisika, kimia, biologi. Tidak mengajarkan yang kaitanya dengan ideologi ekstrem agama. Justru banyak anak dari pegawai Kedutaan Turki juga pernah sekolah disini,” paparnya juga. 

Sampai saat ini, katanya juga, total murid sekolah itu berjumlah 700 orang yang terdiri dari siswa SMP-SMA sebanyak 549 murid dan 150 sampai 200 siswa SD.

”Kami memberikan pendidika berkarakter lebih universal termasuk nilai-nilai Pancasila,” ucapnya juga.

Dijelaskannya juga,  pekan lalu Mendikbud Muhadjir Efendy mengunjungi sekolah tersebut. ”Kami jelaskan dan beliau memahami bahwa tidak ada pelajaran ekstrem diberikan. Dana sekolah dikelola murni dari internal tidak ada yang berasal dari Turki,” tukasnya.

Pembangunan gedung dan pengelolaan sekolah berasal dari iuran siswa atau pengelolaan dana sekolah bukan dari luar negeri. Dia mendesak agar, Pemerintah RI melalui  Mendikbud dan Menlu satu suara guna melindaungi institusi pendidikan milik Indonesia tersebut. 

Sutirto juga mengaku, memang pernah ada kerjasama sekolah itu dengan Turki namun itu telah diputus sejak 2014 lalu oleh Direktorat Kejasama Luar Negeri, Kemenlu. 

Sejak itu tidak ada lagi kerjasama yang dilakukan. ”Saat ini memang ada 15 guru dari Turki namun itu pribadi dan ada izin pekerja asing bukan atas nama lembaga,” terangnya.

JAKARTA -  Pemerintah Turki menuding Organisasi Fethullah Gulen (FETO) mengalirkan dana ke  sejumlah sekolah di Indonesia. Termasuk di

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News