Kesadaran Masyarakat Indonesia Memilah Sampah Masih Rendah

Kesadaran Masyarakat Indonesia Memilah Sampah Masih Rendah
Social Good Summit 2019 yang diselenggarakan oleh UNDP berkerja sama dengan KIC di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (26/11). Foto: Dok pri

Pemilahan dengan kategori sampah basah dan kering dilakukan oleh 59 persen responden.

"Pemisahan sampah kering dan basah tidak cukup karena idealnya ada pemisahan organik, anorganik, dan limbah berbahaya," jelas Franklin.

Project Executif Waste4Change Pandu Priyambodo mengatakan, kesadaran masyarakat mengelola masih kecil sehingga harus mulai didorong melalui edukasi.

"Masyarakat kita harus bisa naik kelas, dari yang tagline-nya buang sampah pada tempat mnjadi pilahlah sampah sesuai jenisnya," tambah Pandu.

Sementara, UNDP Senior Programme Manager (Analyst) Anton Probiyantono berharap dunia usaha turut ambil bagian dalam pengelolaan sampah.

"Kita dorong produsen untuk menggunakan atau menghasilkan bahan yang lebih ramah lingkungan," kata Anton.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia Edi Rivai mengatakan, pemakaian plastik per kapita di Indonesia masih rendah.

Angkanya diperkirakan sekitar 21 kg hingga 22 kg per tahun dengan total jumlah sekitar 5,9 juta ton per tahun.

Hasil survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan rumah tangga yang memilah sampah di Indonesia baru mencapai 49,2 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News