Ketahuan Merokok, Siswa Ditendang

Ketahuan Merokok, Siswa Ditendang
Ketahuan Merokok, Siswa Ditendang

Slamet berterimakasih kepada pihak-pihak memperhatikan pendidikan, mungkin cara saya mengajarkan kedisplinan salah. “Kalau dulu itu biasa saja, mungkin karena sekarang ada undang-undang HAM, semua jadi persoalan,” tegasnya.

Sependapat dengan Slamet, Wakil kepala sekolah bagian Kesiswaan Sumono, S.Pd., membenarkan tindakan hukuman antara guru dengan murid. “Banyak anak yang sering diperingatkan oleh wali kelas tapi tidak mengindahkan, sehingga membuat guru bertindak,” jelasnya.

Sumono menambahkan pembinaan konsep konstruksi lapangan mengajarkan anak didik untuk lebih baik, terkadang membuat guru terpancing emosi, namun tidak bermaksud melakukan kekerasan. ”Mungkin tindakan seorang guru dianggap murid dan wali murid kekerasan padahal sebenarnya tidak seperti itu,” jelasnya.

Diketahui, Sobirin (48) selaku orang tua Opan Ardan, siswa kelas 3 jurusan IPS menyesalkan hukuman dari Wakasek, Slamet yang membuat dahi sebelah kirinya anaknya benjol.

Menurut dia tidak sepantasnya pemukulan itu terjadi. “Jika hanya gara gara rokok, cukup diberitahu atau paling tidak panggil orang tua murid untuk datang ke sekolah. Sekarang zamannya bukan kekerasan lagi," katanya, kemarin.

Meski demikian, Sobirin mengaku tidak akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Dia hanya berharap aksi seperti itu tidak lagi terjadi. “Biarlah anak saya yang menjadi korban. Untuk ke depan jangan ada lagi," tukasnya.    

Namun demikian, Sobirin meminta, pihak sekolah dan dinas pendidikan tetap menindaklanjuti masalah ini. “Dihukum boleh tapi yang sesuai. Jangan pakai kekerasan,” tegasnya.

Menurut Opan, kejadian berawal saat dia bersama rekannya ketahuan merokok pada Rabu (2/10). Keesokan harinya, Kamis (3/10), dia bersama rekan sekolahnya dipanggil ke ruangan Wakasek untuk menerima hukuman. "Saya sampai diinjak pakai kaki oleh guru tersebut, di tampar dan dicubit. Bukan cuma Wakasek yang menghukum tapi ada guru lain yang ikut-ikutan menghukum," kata Opan saat ditemui dirumahnya kemarin. (gie/fbi/fik)

PERINGATAN hari guru Internasional (5/10) tercoreng dugaan pemukulan murid oleh Wakil Kepala Sekolah Al-Azhar 3 Bandarlampung, Slamet Kuswono, M.Pd.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News