JPNN.com

Ketahui Dampak Lingkungan Kerja yang Buruk bagi Kesehatan Mental

Senin, 17 Juni 2019 – 16:16 WIB Ketahui Dampak Lingkungan Kerja yang Buruk bagi Kesehatan Mental - JPNN.com

jpnn.com - Semua pekerjaan memiliki tingkat stres sendiri-sendiri, baik itu tinggi maupun rendah, sering atau jarang. Namun, jangan sepelekan apabila semakin hari Anda semakin merasa lelah, stres, tertekan, depresi, dan tidak bersemangat lagi dengan pekerjaan Anda. Jangan-jangan lingkungan kerja Anda toxic atau beracun bagi kesehatan mental.

Pada dasarnya, ada tiga alasan utama seseorang memilih suatu pekerjaan. Pertama, lingkup pekerjaan sesuai dengan keilmuan atau passion yang dimiliki. Kedua, pekerjaan itu memberikan gaji yang memuaskan. Ketiga, lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal atau jauh dari kemacetan.

Anda umumnya akan merasa nyaman bila sudah punya pekerjaan yang memenuhi minimal dua kriteria di atas. Namun, orang yang bekerja di lingkungan toxic tidak akan merasakan nyaman dengan pekerjaannya, bahkan cenderung semakin buruk.

Jangankan bekerja, melangkahkan kaki keluar rumah untuk menuju ke kantor setiap hari bisa terasa berat dan malas. Jika mengalami hal tersebut, mungkin kesehatan mental Anda sudah mulai terganggu oleh lingkungan kerja yang kurang baik.

Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental tidak kalah pentingnya bagi tubuh. Bahkan, kesehatan mental yang terganggu dapat pula menyebabkan gangguan kesehatan fisik. Contoh sederhananya, seseorang yang sedang stres dapat mengalami sakit kepala atau sakit mag.

Kenali lingkungan kerja yang toxic

Lingkungan kerja yang toxic atau beracun dapat berasal dari pekerjaan, suasana, orang-orang di dalamnya, atau kombinasi beberapa faktor tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan kepada diri sendiri untuk mengetahui apakah lingkungan kerja Anda toxic atau tidak.

Misalnya, “Apakah Anda dapat tidur dengan cukup dan nyenyak sehari-hari?”, “Apakah Anda sering merasa cemas dan berdebar-debar tanpa sebab yang jelas?”, “Apakah Anda mengalami gangguan makan (tidak selera makan atau makan terlalu kalap)?”, serta “Apakah Anda merasa nyaman, aman, dan bahagia ketika berada di tempat kerja dan di rumah?”.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...