Ketika Aktor Ganteng itu Kembali Bersekolah di Harvard

Ketika Aktor Ganteng itu Kembali Bersekolah di Harvard
Channing Tatum saat kuliah. Foto: eonline.com

Kehidupan Channing Tatum, 36, kini bisa dibilang sangat sempurna. Aktor yang terkenal lewat Step Up itu nyaris memiliki segalanya -fisik yang oke, karir yang mantap, dan keluarga kecil yang bahagia. Makin sempurna lagi lantaran dia terus memperbarui ilmu. Dia tak segan untuk kembali ke sekolah dan belajar.

Tatum mengikuti program Executive Education di Harvard Business School per bulan ini. Dia memiih jurusan dengan konsentrasi pada bisnis hiburan, media, dan olahraga. Fotonya saat belajar diunggah di laman Facebook Harvard Business School. Tatum duduk dan berdiskusi dengan rekan-rekan sekelasnya dalam pertemuan pertama Kamis lalu (2/6).

Gambar-gambar serupa juga diunggah di Twitter. Termasuk oleh Prof Anita Elberse, pengajar di kelas tersebut. Dia mengunggah wajah antusias empat mahasiswa bintangnya. Ya, ternyata bukan hanya Tatum yang berada di kelas itu. Masih ada tiga mahasiswa bintang dunia lainnya, yakni raper sekaligus aktor LL Cool J serta pebasket Pau Gasol (Chicago Bulls) dan Chris Paul (Los Angeles Clippers).

"Jadi, begini kenyataannya. Empat legenda mendaftar di program yang kuajar," tulis Elberse dalam caption.

Pembawa acara Lip Sync Battle LL Cool J juga mengunggah fotonya saat berada di kelas. "Aku ikut kelas di Harvard Business School. Tidak ada kata terlalu cool untuk belajar," tulisnya.

Keikutsertaan Tatum dalam program itu cukup mengejutkan. Sebab, suami Jenna Dewan itu menyebut dirinya murid nakal. Selama kanak-kanak, dia mengalami gangguan pemusatan perhatian atau attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan disleksia.

 Kondisi yang berbeda itu sempat membuat dia sulit diterima. "Saat masuk kelas khusus, aku berada dengan anak-anak dengan autisme dan down syndrome. Tapi, di kelas normal, aku juga tidak bisa mengikuti pelajaran mereka," ungkapnya sebagaimana dikutip The New York Times.

Aktor kelahiran 26 April 1980 itu mengaku bertipikal street-smart. Dia banyak belajar dari pengamatan dan bertanya kepada orang-orang sekitarnya. "Kata ibuku, tirulah spons. Jadilah aku banyak 'menyerap' dari lingkungan sekitar daripada buku," ucapnya.

Keberadaan Tatum juga memberikan berkah tersendiri buat teman-teman sekelasnya. Sebab, dia punya pengalaman yang cukup kaya di dunia film. Dalam pertemuan pertama, kelas itu "memanfaatkan" Tatum sebagai objek utama brainstorming seputar inovasi di industri perfilman. (fam/c11/jan/flo/jpnn)

 



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News