Ketika Pak Harto Ngelmu ke Mbah Dukun

Ketika Pak Harto Ngelmu ke Mbah Dukun
Soeharto. Foto: Public Domain.

Tahun itu juga, 1930, keluarga Prawiro pindah ke Wurjantoro, sekitar Wonogiri, lebih kurang 45 km dari Solo.

Soeharto dimasukkan lagi ke sekolah rendah. Karena sudah duduk hingga kelas dua di kampung halamannya, dia langsung kelas tiga. 

Guru sekolahnya, Djojosujitno menceritakan, Soeharto pernah berkelahi dengan anak kepala polisi daerah itu. 

"Kedua anak itu dikerumuni teman-temannya yang senang melihat adegan itu," kenang Djojosujitno, sebagaimana diceritakan O.G. Roeder.

"Hanya satu kali itu saya pernah berkelahi," Soeharto mengonfirmasi cerita itu dalam otobiografinya.

Mbah Dukun

Soeharto kian tumbuh dewasa. Umur 14 belas tahun dia disunat. 

Setahun kemudian dia dijemput dan dipindahkan ayahnya ke Wonogiri. Dititip ke Pak Hardjowijono, sekondan ayahnya yang pensiunan pegawai kereta api. 

DEMI adat Jawa--sebagaimana peradaban manusia lainnya--yang menjunjung pengetahuan, Soeharto kecil mulai menimba ilmu. Tak hanya di bangku sekolahan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News