Ketika Siswa SMAK Frateran Berpameran

Ketika Siswa SMAK Frateran Berpameran
FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Hasil lukisan siswa-siswa SMAK Frateran Surabaya kemarin dipajang rapi di atrium lantai 2 Mal BG Junction. Rata-rata menggunakan kanvas berukuran 40 x 60 sentimeter. 

Setiap kelas mengirimkan perwakilan pelukis andalannya dalam event bertajuk Art Exhibition SMAK Frateran, Movement of Creation, itu. Tema bebas dipilih dalam pameran yang juga dilengkapi 10 karya fotografi tersebut. "Semua karya asalkan masuk kategori seni rupa boleh," ujar Luis Frentzen, koordinator pameran SMAK Frateran.

Pemilihan warna yang diguratkan ke lukisan beragam. Namun, kesan yang ditimbulkan seragam. Yaitu, modern dan sangat anak muda. Dari puluhan karya itu, beberapa terlihat menarik perhatian mata. Misalnya, lukisan Karina Marvella yang berjudul All for Indonesia, Indonesia for All. Lukisan yang diletakkan di sudut depan area pameran itu mengambil tema besar, Sumpah Pemuda. 

Dalam lukisannya, Karina memilih Presiden RI Joko Widodo sebagai point-of-interest. Di sampingnya terlihat para pemuda dan bendera-bendera negara lain. Bagi Karina, kemajuan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dua hal. "Ketangguhan pemudanya dan kelihaian menjalin kerja sama dengan negara lain. Dalam hal ini, generasi muda harus lebih berpikiran terbuka akan perubahan," ulasnya mengenai makna di balik lukisan yang akan dipamerkan hingga besok (31/10) itu.

Pameran yang dibina guru seni rupa SMAK Frateran Antonius Hariyono itu merupakan agenda tahunan. Diharapkan bakal lebih banyak lagi kreativitas anak-anak muda dalam bidang seni rupa. "Bukan hanya persoalan teknik. Tapi, mengilhami karya seni dengan sebuah makna,'' katanya. (via/c6/tia) 

Pemilihan warna yang diguratkan ke lukisan beragam. Namun, kesan yang ditimbulkan seragam. Yaitu, modern dan sangat anak muda


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News