Ketua PP Muhammadiyah Sebut Rencana New Normal Membingungkan Masyarakat

Ketua PP Muhammadiyah Sebut Rencana New Normal Membingungkan Masyarakat
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir di sela Sidang ke-51 Tanwir Muhammadiyah, di Bengkulu, Jumat (15/2) pagi. Foto: Jay/Humas

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mempertanyakan langkah pemerintah yang ingin menerapkan tatanan hidup baru atau new normal. 

Sebab, Haedar melihat angka penularan Covid-19 masih terbilang tinggi saat ini. Bahkan, Haedar memandang laporan BNPB menyebutkan pandemi Covid-19 masih belum bisa diatasi.

”Pemerintah justru akan melonggarkan aturan dan mulai mewacanakan new normal. Apakah semuanya sudah dikaji secara valid dan seksama dari para ahli epidemiologi?" kata Haedar dalam keterangan yang diterima, Kamis (28/5).

Menurut Haedar, wajar bila pernyataan pemerintah tentang new normal belakangan ini menimbulkan polemik dan membingungkan masyarakat.

Sebab, di satu sisi, pemerintah masih lakukan PSBB di sejumlah daerah. Tetapi di sisi lainnya justru pemerintah mewacanakan pemberlakuan relaksasi.

"Kesimpangsiuran ini sering menjadi sumber ketegangan aparat dengan rakyat. Bahkan, demi melaksanakan aturan kadang sebagian oknum aparat menggunakan cara-cara kekerasan," kata Haedar.

Haedar menyebutkan wajar saja masyarakat menilai pemerintah hanya mementingkan ekonomi dibanding keselamatan warga sendiri.

Haedar menyadari penyelamatan ekonomi memang penting, tetapi keselamatan masyarakat adalah yang utama.

PP Muhammadiyah menyebut rencana new normal belakangan ini menimbulkan polemik dan membingungkan masyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News